HEADER

testbanner

SINERGITAS TNI AL DAN BANK INDONESIA EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT 2026. DANKODAERAL VII LEPAS KEBERANGKATAN KRI HIU–364 JANGKAU WILAYAH 3T.

Kupang, 20 Agustus 2026 — TNI Angkatan Laut bersama Bank Indonesia kembali memperkuat sinergi dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pemerataan pelayanan kepada masyarakat melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di wilayah Nusa Tenggara Timur.


Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla., melepas Tim Kas Keliling Kepulauan 3T Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 yang diberangkatkan menggunakan KRI Hiu-634, sekaligus membawa bantuan sembako dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores. Kegiatan berlangsung di Gedung W.Z. Yohanes Mako Kodaeral VII dan Dermaga A.C. Abineno Kodaeral VII, Bolok, Kabupaten Kupang, Kamis (20/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral VII membacakan sambutan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau memberikan tantangan tersendiri dalam menjamin konektivitas serta pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.


Sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia menjadi bagian penting dari kehadiran negara di wilayah tersebut. TNI AL menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah perairan Indonesia, sedangkan Bank Indonesia menjaga kedaulatan ekonomi bangsa melalui Rupiah.


Bagi TNI Angkatan Laut, Rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, tetapi juga merupakan simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara. Beredarnya Rupiah bersama berkibarnya Merah Putih di pulau-pulau terluar menjadi bentuk nyata bahwa wilayah tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 di wilayah NTT dilaksanakan menggunakan KRI Hiu-634 dengan rute pelayaran Kupang–Pulau Riung–Pulau Palue–Pulau Pamana–Pulau Waiwerang–Pulau Lamalera dan kembali ke Kupang, dengan total jarak tempuh mencapai 690 nautical mile (NM).


Selain melaksanakan pelayanan kas keliling untuk mempermudah masyarakat memperoleh dan menggunakan uang layak edar serta mengampanyekan semangat “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, pelayaran kali ini juga mengemban misi kemanusiaan dengan mendistribusikan bantuan sosial, sembako dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores.


Dalam sambutan Asops Kasal juga disampaikan bahwa dalam mendukung penanganan dampak bencana alam di NTT, TNI Angkatan Laut telah mengerahkan 217 personel Yonzipur dan Yonkes beserta perlengkapannya dari Pasmar 2 Surabaya, 161 personel Kodaeral VII, 123 personel Lanal Maumere, 96 personel Lanal Labuan Bajo, serta 13 personel Lanal Ende. Dukungan juga diperkuat dengan pengerahan lima KRI, termasuk KRI Hiu-634, dua helikopter Bell, KAL, Patkamla dan RHIB untuk membantu pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.


Asops Kasal melalui Dankodaeral VII juga memberikan penekanan kepada Komandan dan seluruh prajurit KRI Hiu-634 agar melaksanakan tugas dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab, menjaga keamanan personel dan materiil, memperhatikan kondisi cuaca serta berpedoman pada Standard Operating Procedure (SOP) demi terciptanya zero accident. Seluruh prajurit juga diminta memberikan pelayanan terbaik kepada Tim Bank Indonesia selama pelayaran maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat di pulau-pulau tujuan.


Rangkaian kegiatan pelepasan diawali dengan penyambutan para tamu undangan melalui tarian tradisional, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sambutan Asops Kasal yang dibacakan Dankodaeral VII, serta sambutan Gubernur NTT yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktavianus.


Usai kegiatan seremonial, Dankodaeral VII bersama jajaran Forkopimda dan para tamu undangan menuju Dermaga A.C. Abineno Kodaeral VII. Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat selanjutnya naik ke KRI Hiu-634 yang dikomandani Letkol Laut (P) Aldwin Hafidz Harsandy. Pelepasan ditandai dengan pelepasan tali tambat sebelum KRI Hiu-634 bertolak menuju daerah operasi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Kodaeral VII, jajaran Bank Indonesia, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait di wilayah Nusa Tenggara Timur.


Melalui sinergi TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026, kehadiran negara diharapkan semakin nyata hingga pulau-pulau terluar dan terpencil, sekaligus membawa manfaat langsung bagi masyarakat serta mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat Datang di Website MAGRIBHIE NEWS, Terima Kasih Telah Berkunjung, Selamat Membaca, Tertanda Pemimpin Redaksi: Dudee Magribhie Mustaqim